Burung-Burung yang Sering Diburu Untuk Dikonsumsi

JAN29

  • Burung-burung rawa/air
  1. Belibis Jawa  (Dendrocygna javanica)



      Klasifikasi:
      Nama sebutan : Belibis
      Nama ilmiah : Dendrocygna Javanica
      Habitat : Rawa-rawa, sawah, tambak dan daerah berair
      Makanan : Ikan, renik-renik (termasuk omnivora, seperti bebek/itik)
       
      Biasanya cara memburu burung ini ada yg menggunakan senapan, Getah, Jaring, dan Perangkap (jerat).
      Biasanya para pemburu yang menggunakan senapan beraksi pada siang hari. Lumayan sulit berburu belibis ini pada siang hari, pasalnya burung ini rada sensitif jadi sang pemburu harus mengendap-endap untuk bisa mendekati pada posisi siap tembak atau mungkin menunggu (kalo istilah berburu di hutan itu "nyanggong") sampai burung ini muncul di tempat perburuan. Untuk pemburu yang menggunakan getah (lih bahasa jawa : Pulot) biasanya sering dilakukan pada malam hari, namun adakalanya ada yang melakukannya di siang hari. Getah ini terbuat dari getah pohon "Bendo" sejenis pohon sukun yang tumbuh di hutan. Cara kerjanya yaitu getah di rekatkan di sebatang lidi kemudian ditancapkan berjajar pada lokasi berburu. Untuk memancing agar burung mau mendekat biasanya para pemburu membunyikan suara-suara burung belibis dengan menggunakan "tape". Untuk jaring biasanya dilakukan pada malam hari sedangkan untuk "jerat" sering dilakukan pada siang hari.
       
  2. Kuntul/Bangau Putih (Casmerodius albus)



      Klasifikasi: 
      Nama Sebutan : Kuntul, Bangau putih
      Nama Ilmiah : Casmerodius Albus
      Habitat : Rawa-rawa, sawah, tambak (tidur & bersarang di pucuk pohon/semak rawa) 
      Makanan : Ikan, kodok, serangga
       
      Biasanya cara memburu burung ini ada yg menggunakan senapan dan Perangkap (jerat).
      Berbeda dengan burung belibis, kalo burung ini tidak begitu agresif, bahkan terkadang sangat dekat dengan para petani sawah sehingga untuk memburunya tidak terlalu sulit. Namun karena daging burung ini memiliki bau yang lumayan anyir jadi tidak terlalu banyak yang memburunya.

  3. Kruok/Koreo Padi (Amourornis phoenicurus)



       
      Klasifikasi: 
      Nama Sebutan : Koreo Padi, Kruok
      Nama Ilmiah : Amourornis phoenicurus
      Habitat : Rawa-rawa, sawah, tambak dan belukar
      Makanan : Ikan, serangga
       
       Untuk menangkap burung ini banyak cara yang bisa digunakan; Pancing, Jerat, Jaring dan jika datang musim kawin biasanya burung ini terbang pada malam hari untuk mencari pasangan, nah pada kesempatan inilah banyak orang yang menangkap burung ini dengan menggunakan alat dari bambu dengan cara meniupnya sehingga mengeluarkan bunyi mirip suara burung koreo ini.

    4 komentar:

    1. Bukannya satwa ini termasuk binatang dilindungi,kenapa mesti diburu?padahal mereka sahabat para petani yang dapat mengurangi dan mengendalikan hama seperti keong, belalang dan serangga lainnya.Jadi untuk para pemburu jangan sakiti mereka.

      BalasHapus
    2. tambah lagi gan. burung punai, pergam, dan tekukur. daging2 nya luezatttt banget gan. lebih gurih dan manis daripada ayam. key...

      BalasHapus
    3. bagaimana dengan burung tiung air?
      spesifikasinya burung berparuh merah kalo ada yang tau tolong kome n ksh tau di link mana bs download suara nya y....

      BalasHapus
    4. Burung2 ini hanya ada di Indonesia sahaja atau Malaysia juga?

      BalasHapus